Kamis, 29 April 2010

CerPen


wHy Do I LovE You ???

Profil pemeran…
>>>Si Ladies. Nama lengkapnya Ladies Vannesalia, tetapi sering dipanggil Ladies atau Vannes. Usianya saat ini telah beranjak ke tahap dewasa yaitu 17 tahun. Ladies sekarang kelas 2 SMA di SMA Global Scholling yang sangat terkenal di Jakarta. Mulai dari umur 6 tahun Ladies sangat rajin membantu mamanya mengerjakan pekerjaan rumah. Selain rajin ia juga memiliki wajah yang cantik( qlo diliat-liat sih mirip Chelsea Olivia gitu… ), mana tingginya udah kaya putri Indonesia (tinggi semampai gitu..) beuh, kebayang deh sempurnanya Ladies.
>>>Aurelia Vannesita. Dia adalah adik Ladies, yang egois, rajin,gag pelit(kayanya sih..). saat ini aurel berumur 15 tahun. Sekarang Aurel duduk di kelas 3 SMP. Karena udah remaja, sekarang dia udah gag cuek ke yang namanya wajah,badan, dan kulit. Biasa anak cewe, ingin terlihat cantik dan putih di depan cowo. Jadinya dia suka ganti-ganti kosmetik klo gag cocok.coz.. suka ganti-ganti kosmetik sekarang wajahnya di penuhi bintang-bintang merah alias jerawat. Kebayang gag sekarang wajahnya gimana? Padahal dulunya, dia sama cantiknya kaya Ladies.
>>>Erick Vandeburg. Erick nama panggilan adik kecil Ladies. Sekarang ia berumur 11 tahun. dia orangnya pelit,pemalas,bandel tapii ke yang namanya Lari ia rajin banget.Trus dia tuh orangnya narsis habis… ngakunya sok gantenglah,sok okelah,sok pinterlah… pokoknya sok..sok dan sok… n dia orangnya gag bisa jaga rahasia orang lain.
>>> Pak Jeffry. Dia adalah papanya Ladies.Yang selalu mengekang anaknya gag ngebolehin pacaran ke anak-anaknya,tapi baik, gag pelit kaya mamanya. Sekarang pak Jeffry bekerja sebagai direktur di Bank BNI di Jakarta Utara. Pokoknya kaya habis deh…
>>> Ibu Secilia nama panggilan mama Ladies. Dia orangnya pelit(pokoknya klo mau beli barang harus penuh perhitungan).Tapi klo lagi curhat gag pernah perhitungan loh… pokoknya nyambung deh…
>>>>Ferry adalah cowo yang sangat dicintai oleh Ladies. Yang dapat membuat hatinya klepek..klepek. Dia berumur 20 tahun dan bekerja sebagai polisi yang baru magang. Pokoknya dia ganteng. Gag putih gag hitam(sedeng maksudnya) tapi manis. Trus rambutnya dicepak. Beuh… bikin kita ngiler deh…
>>>Feril, Feril adalah cowo gag kalah ganteng dengan Ferry. ya…iyalah… Coz… Feril itu adiknya Ferry. gimana gag ganteng tuh adiknya, orang kakaknya juga ganteng.
Feril itu sedang kuliah di jurusan hukum yang sangat terkenal di Jakarta












Di sore hari Aurelia dikagetkan oleh kakaknya yang dilihatnya menangis di atas kasur.
“ Kak kenapa sih? Dateng-dateng dari sekolah bukannya makan tapi malah nangis. Kenapa sih? Cerita donk ke aku, mungkin aku kan bisa bantuin masalah kakak.” Bujuk Aurel
“Ah……….. ku benci yang namanya Ricky.” Teriak Ladies sambil menangis.
“Siapa kak Ricky?” Tanya Aurel penasaran
“Dia itu cowo yang aku suka rel. Kenapa sih aku bisa suka sama cowo yang udah punya cewe… Bodoh banget sih, kamu dies kok bisa suka sama dia.”
“Ouh…. Ricky tukang baso kak?” Tanya Aurel yang sok tau
“Bukan… “ Jawab Ladies ketus
“Dia itu anak SMA High Scholl. Yang bapaknya kerja di gedung DPR.” Jawabnnya lagi
“Ouh.. yang ganteng itu ya kak. Yang cool itu kan?” Tanya Aurel
Ladies pun mengangguk.
“Ternyata selama ini kakak suka sama dia. tapi yang sabar ya kak,napain kakak nangisin dia, toh.. gag ada gunanya kak. Dia kan udah punya pacar.” Kata Aurel, coba menenangkan Ladies.
“ Tapi, aku tuh gag bisa ngelupain dia gitu aja Rel.” Kata Ladies, sambil menahan tangisnya.
“Gag ada salahnya kan kak, klo kita coba dulu. Aurel juga tau kak, klo orang jatuh cinta trus disuruh untuk ngelupain orang yang ia dia cintai pasti susah. Maka
dari itu kita harus mencobanya dulu pelan-pelan kak.” Jawab Aurel, sambil membujuk kakaknya.
“Ya udah deh, nanti kakak coba dulu untuk belajar ngelupain dia. tapi kayanya susah deh Rel?”
“Susah apanya lagi sih kak? Kan belum dicoba.” Jawab Aurel
“Gimana gag susah, kan kita klo berangkat ke sekolah lewat rumah dia. otomatis pasti kakak ngeliat dia Rel.” Jawab Ladies
“Ya itu sih terserah kakak, klo kakak gag mau trus sakit hati, ya kakak harus mencoba. Tapi klo kakak ingin sakit hati trus,berarti kakak akan melihatnya trus.” Jawab Aurel, dengan nada kesal.
Kemudia Aurel pergi dari kamar Ladies. Di kamar Ladies sendirian sambil menangissambil menyesali mengapa dia dapat menyukai Ricky. Yang akhirnya bikin dia tak menyangka klo cowo yang selama ini ia sukai sudah punya pacar. Memang mungkin ini masalah sepele bagii Aurel, tetapi ini tidak bagi Ladies yang harus dengan mudah ia lupakan. Karena Ricky adalah cowo yang bisa bikin hatinya berbunga-bunga. Pokoknya klo udah liat wajah Ricky, rasanya Aurel seperti wanita yang paling bahagia.
Sejam kemudian Aurel datang ke kamar Ladies untuk minta maaf.
“Kak, maafin aku ya? Tadi aku udah marah-marah ama kakak. Aku marah itu sebenarnya buat kebaikan kakak. Janagan nangis lagi ya kak.” Bujuk Aurel agar Ladies mau memaafkan Aurel.
“Sebenernya kakak tuh gag marah ama kamu Rel. Mungkin tadi pikiran kakak lagi kacau makannya omongan kamu gag kakak hirauin, omongan kak trus yang kakak pikir bener. Maafin kakak juga ya Rel?” Jawab Ladies dengan perasaan bersalah juga kepada Aurel.
“Iya kak, eh kak berarti kita 1 sama donk.” Kata Aurel sambil bercanda.
“Ouh… iya. Tapi… tetep aja kamu yang paling egois.” Jawab Ladies
“uh…. Gag mau kalah nih. Eh…. Kakak persaan kak ke Ricky itu berarti kaya CIDAHA donk?” Tanya Aurel seperti yang meledek.
“Hah…. CIDAHA? Apaan CIDAHA? Itu rumus matematika baru ya?” Tanya Ladies kembali.
“Ih….. masa kakak gag tau sih apa itu CIDAHA. CIDAHA itu CINTA DALAM HATI.” Jawab Aurel seperti dia yang paling pinter.
“Ouh… jadi ceritanyakaya lagu ungu nih…?” Tanya Ladies
“Ouh… itu lagu ungu kak? Kirain lagu kangen band.” Jawab Aurel berlagak bodoh
“Uh… dasar kamu. Tapi klo di pikir bener juga ya. Eh… gimana sih lagunya? Kakak lupa lagi.” Tanya Aurel sambil membaringkan tubuhnya ke kasur.
“Eh… gini nih. Kuingin kau tau diriku di sini menanti dirimu meskiku ku tunggu hingga ujung waktuku dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya dan ijijnkan aku memeluk dirimu kali ini saja tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja.”Aurel pun menyanyi bersama Ladies dengan perasaan hatinya yang terdalam. Ladies bernyanyi sambil menneteskan air mata, dan menutupkan matanya agar lagunya dapat ia resapi.
“Kak… kak..kak bangun kak. Eh… malah tidur lagi, dasar anak cengeng. Klo dah nangis langsung tidur.” Kata Aurel untuk membangunkan Ladies yang ketiduran karena terlalu menghayati lagu CIDAHA.
Ladies pun ketiduran hingga keesokkan harinya. Ia ke sekolah dengan mata bengkak.
“Kak………. Ladies cepetan, nanti telat. Aku ada bagian Biologi kak.” Teriak Aurel
“Bentar…Bentar… kakak lagi bedakkan nih… Mang kenapa sih klo bagian Biologi?” Jawab Ladies sambil bedakkan
“Ih…….. gurunya tuh galak banget kak.” Jawab Aurel dengan kesal
Tak berapa lama kemudian Ladies datang menghampiri Aurel.
“Yuk… kita berangkat!” Ajak Ladies
“Yuk… cepetan kak!” Ajak Aurel lagi
Ladies dan Aurel sampai di Gg Cinta. Gg Cinta adalah Gg rumah Ricky. Hampir dekat rumah Ricky, jantung Ladies sudah dag…dig…dug. Duh rasanya udah kaya yang mau ketemu guru Matematika yang paling galak di sekolahan.
“Hah… ada dia. duh aku harus gimana, gag mengkin klo aku gag liat dia. Ayo…ayo dies jangan liat, kamu harus belajar untuk melupakan dia.” Ladies di dalam hatinya sambil memandang terus ke depan.
“Kak, tadi ada dial oh…” Kata Aurel seperti ingin memancing Ladies.
“Ouh, iya tadi ada cuma tadi kakak gag liat dia, soalnya kakak mau belajar untuk ngelupain dia rel. Jawab Ladies
“Bagus lah kak klo kakak memang ingin ngelupain dia.” Kata Aurel sambil menyematkan Ladies
“Iya… pokoknya kakak akan semangat untukn ngelupain dia. Emangnya siapa sih dia, pacar bukan, mantan bukan,temen bukan. Emang dia itu bukan siapa-siapa aku.” Kata Aurel dengan nada yang menandakan bahwa ia benar-benar benci kepada Ricky
Telah lama-lama berbicara,mereka gag sadar klo akhirnya Ladies dan Aurel telah sampai di sekolahan Aurel. Telah sampai mengantarkan Aurel, Ladies pun pergi ke sekolahan dengan sendirian.
Dengan nyantai sambil membayangkan wajah Ricky Ladies menyetir motornya. Karena keenakkan ngebayangin wajahnya Ricky, dia gag sadar di lampu merah Ladies malah terus nyelonong aja.
“Prit…prit…prit…” Bunyi peluit pak polisi yang ada menjaga di pertigaan lampu lalu lintas.
“Duh mampus gue… mati deh riwayat ku.” Kata Ladies
“Iya pak? Ada apa ya pak bapak memanggil saya?” Tanya Ladies pura-pura tidak tau
“Anda tidak tau? PD sekali ada menjawab ada apa?” Tanya Pak Polisi kembali kepada Ladies
“Pak klo saya tau juga pak, saya tidak akan menanyakan kepada bapak.” Kata Ladies dengan nada kesal
“Wah… anda enak sekali berbicara seperti itu.” Kata pak Polisi kepada Ladies dengan kesal juga
“Bapak ini gimana sih, klo memang bapak gag tau apa kesalahan saya, saya bakalan pergi pak. Karena saya hampir telat hanya gara-gara berbicara dengan Bapak, mana omongannya gag penting lagi.” Kata Ladies dengan tegas
“Apa? Apa saya tidak salah mendengar apa yang anda katakan tadi?” Tanya Pak Polisi dengan nada menantang Ladies
“Duh bapak ini gimana sih…mana mungkinlah pak saya harus mengulang perkataan saya tadi dengan 100 kali.” Kata Ladies
“Sekarang,anda turun dari motor anda.” Kata Pak Polisi
Ladies pun turun dari motor. Dengan menyentakkan kakinya. Dan memperlihatkan wajahnya yang kesal
“Silahkan anda melanjutkan perjalanan anda.” Kata Pak Polisi
“Pak yang bener aja, mana mugkin saya harus ke sekolah tanpa naik motor.” Kata Ladies dengan kesal
“Bapak tau gag sekarang itu udah jam 06.45,mana mungkin saya harus naik angkot, sedangkan sekolah saya itu jaraknya 1 km lagi pak.” Kata Ladies
“Itu terserah anda, anda ke sekolah mau naik apa juga, yang penting sekarang motor anda saya sita dan apabila anda mau mengambil motor anda nanti siang setelah anda pulang dari sekolah.” Kata Pak Polisi kepada Ladies
“Pak gini aja lah sekarang saya bawa motor saya nanti siang saya ke sini lagi. Atau sekarang saya bayar berapa aja yang penting saya bisa bawa motor saya pak. Tolong pak!!!” Kata Ladies dengan memohon-mohon kepada Pak Polisi
Kemudian Pak Polisi membawa motornya.
“Ayo naik! Cepetan saya tidak banyak waktu untuk meladeni orang yang bermasalah seperti anda.” Kata Pak Polisi menyuruh Ladies
“Hah… yang bener aja pak, masa saya harus naik motor bersama bapak.” Kata Ladies
“Cepetan! Sudah jam 06.50, anda tidak mau telat kan?”
“Iya…iya.” Jawab Ladies
Ladies pun menaiki motor Pak Polisi. Dengan setengah hati.
“Klo bukan anak ingusan, saya gag bakalan nganterin dia.” Kat Pak Polisi dengan nada pelan
Dari belakang Ladies meledekki Pak Polisi itu dengan memukul-mukul helmnya namun tak mengenai
Tiba-tiba Pak Polisi mengerem dengan mendadak.
“Pelan-pelan dong pak,saya ini tuh masih pengen hidup. Nyari kesempatan iya biar aku bisa meluk bapak?” Tanya Ladies menuduh Pak Polisi
“Eh… anak ingusan, jangan sembarangan ngomong ya. Udah numpang, nuduh lagi, gag sopan.” Jawab Pak Polisi
“Iya…iya maaf.” Jawab Ladies
10 menit kemudian Ladies telah sampai di sekolah. Ia pun turun dari motor
“Makasih ya pak.” Kata Ladies
“Iya sama-sama. Ouh iya jangan lupa iya nanti ambil motornya di kantor Polisi
Ladies pun mengangguk dengan wajah yang cemberut
Ladies pun cepat-cepat berjalan ke kelas agar tidak di point oleh guru matematikanya yang galak itu.
Baru juga nyampe…
“Dies tadi kamu dianterin ama capa tuh tadi? Keren juga pacar loe.” Kata teman sebangkunya
“Duh gua harus ngomong apa ya, mana mungkin aku harus nyerita ke dia masalah yang tadi. Gengsi dong gua. Ntar di sanganya gua lagi nyari sense aja tadi.” Kata Ladies di dalam hati
Sambil berjalan ke tempat duduk dia memikirkan kata-kata apa yang pantas buat di jawab agar dia percaya
“Ouh… yang tadi itu anak paman ku. Dia lagi ada tugas di Jakarta.” Kata Ladies membohongi temannya
“Ouh… berarti dia saudara loe dong?” Tanya Ladies
“Yoyoy.” Jawab Ladies


7 jam kemudian pun telah berlangsung di sekolahan. Teng…teng…teng… bunyi bel pun berbunyi.
“Ta aku duluan ya.” Kata Ladies berpamitan kepada Rita teman sebangkunya
“Ouh…iya.” Jawab Rita
Ketika sedang menuggu angkot, Rita datang dari belakang dan mengagetkan Ladies
“woi…. Lagi apa kamu di sini Dies?” Tanya Rita
“Ouh… ini quh lagi nungguin angkot. Loe sendiri ngapain ke sini? Ouh… pasti loe juga lagi nungguin angkot ya?” Tanya Ladies
“Hah… nungguin angkot. Kayanya gag deh… mana ada sih di dalam sejarah ku seorang Rita naik angkkot.” Kata Rita dengan sombong
“Biasa aja kali. Trus, ngapain loe di sini?” Tanya Ladies
“Ouh… aku lagi nugguin Recky.” Jawab Rita sambil melihat-lihat kendaraan yang lewat
“Recky? Siapa tuh Recky? Kenalin dong ke aku… mungkin aja aku bisa jadi gebetannya.” Tanya Ladies
“Gag loe ngomong kaya gitu? Dia tuh udah jadi pacar aku kali.” Jawab Rita dengan kesal
“Ouh… dia pacar loe. Sorry ya Ta! Aku kan gag tau.” Kata Ladies
“Iya…ntar deh aku cariin cowo buat loe,yang gag kalah cakepnya ama Recky.” Kata Rita
“Yang bener? Bener ya jangan boong loe.” Jawab Ladies dengan senang
“Ya…elah sejak kapan sih, gua boong ama loe. Ya bener lah,gimana sih loe.” Kata Rita
Tak lama mereka berbincang-bincang, datang angkot yang akan dinaiki Ladies. Kemudian Ladies melambaikan tangan kanannya, menandakan ia akan naik angkot tersebut.
“Ta aku duluan ya?” Tanya Ladies sambil berpamitan kepada Rita
“Iya… hati-hati loe!” jawab Rita
“Yoyoy” Kata Ladies
Ladies pun naik ke angkot. Di dalam angkot dia bertemu dengan pacar Ricky, cowo yang selama ini dia sukai. Di angkot dia ngerasa muak, bahkan ingin mual setiap melihat cewe itu. Dia berpikir rasanya hari itu, adalah hari tersialnya. Dari dia ditilang polisi, sampai ia harus satu angkot dengan pacar Ricky. Kebayanga gag sih,muaknya dia…?
10 menit kemudian Ladies sampai di alun-alun.
“Kiri…kiri pak” Kata Ladies dengan kencang
Setelah mobil berhenti, Ladies oun turun dari angkot dan memberikan uang angkot Rp.2000,00
Angkot pun pergi. Ladies berjalan, ke kantor polisi untuk mengambil motornya.
“Siang pak.” Kata Ladies mengucapkan salam kepada salah satu petugas polisi yang kelihatannya tidak terlalu sibuk.
“Iya, siang. Ada apa ya?” Tanya Pak Polisi
“Saya mau mengambil motor saya pak.” Kata Ladies
“Mau ngambil motor, jangan di sini donk. Ini kan kantor Polisi bukan tempat parkiran.” Kata Pak Polisi
“Iya, saya juga tau Pak ini bukan tempat parkiran, tapi saya mau mengmbil motor saya yang tadi kena tilang tadi pagi.” Kata Ladies dengan kesal
“Ouh… begitu, tadi ditilangnya oleh Pak Polisi yang namanya siapa?” Tanya Pak Polisi
“Ya mana saya tau Pak. Yang penting tadi saya di pos polisi yang ada di alulu-alun.” Jawab Ladies
“Ouh… berarti tadi yang menilang anda itu, adalah Pak… (sambil berfikir)Ferry. Ya pak Ferry.”
Lalu Pak Polisi yang sedang berbicara dengan Ladies menelepon Pak Ferry.
Tut…tut…tut… maaf nomor telepon yang sedang anda tuju,sedang sibuk.
“Duh… gimana ya, nomornya sedang sibuk jadi tidak bisa menelepon?” Tanya Pak Polisi
“Ayo… dong pak tolong saya. Saya nanti dimarahin mama saya pak. Tolong dong pak!” Jawab Ladies sambil memohon-mohon kepada Pak Polisi
Ketika Ladies sedang memohon-mohonnya kepada Pak Polisi,datang Pak Ferry.
“Ehm…Ehm… maaf Pak saya sedang mengganggu ya Pak?” Tanya Pak Ferry sambil senyum-senyum
“Eh… kamu Fer. Sini masuk! Kebetulan ada kamu, ini ada anak SMA yang mau bawa motor. Katanya tadi kamu yang nilangnya?” Tanya Pak Polisi
“Iya pak… tadi saya yang menilang. Emangnya ada apa ya pak?” Tanya Pak ferry penasaran
“Ini… anak ini mau bawa motornya. Kamu simpan di mana Fer?” Tanya Pak Polisi
“Ouh… tadi saya simpan di sini di tempat parkiran pak.” Jawab Pakn Ferry
“Ouh… gitu. Trus saya mau nanya Fer kenapa tadi anak ini kamu tilang?” Tanya Pak Polisi penasaran
“Gini pak. Ketika lampu merah, dia malah lurus aja pak bukannya berhenti.” Jawab Pak Ferry
“Wah… ternyata anda sudah melanggar pelanggaran, pantas saja motor anda ditilang. Berarti anda juga harus membayar uang dulu?
“Yang benar saja pak? Motor saya sudah ditilang masa saya juga harus bayar.” Jawab Ladies sambil membentak Pak Polisi karena kesalnya
“Ya… itu sih terserah anda. Apabila ingin motor anda kembali, berarti anda harus bayar dulu!” Kata Pak Polisi
Dengan terpaksa Ladies pun mengiyakan untuk membayar.
“Ya sudah, berapa Pak?” Kata Ladies dengan berat hati
“Rp.100.000,00” Kata Pak Polisi
“Ya Tuhan untung saja aku bawa uang, klo gag mati berdiri aku disini ngeiliat muka yang bikin aku pusing.” Kata Ladies didalam hatinya
“Ini Pak.” Kata Ladies sambil menyodorkan uang sebesar Rpp.100.000,00 kepada Pak Polisi
Kemudian Pak Polisi menulis di kwitansi.
“Ya… terima kasih dan ini kwitansinya.”
“Ya, sama-sama Pak. Bisa diambilkan pak motornya?” Kata Ladies
“Ouh… iya silahkan.” Kata Pak Polisi
Kemudian Ladies beranjak, dan menyalam Pak Polisi.
“Terima Kasih Pak. Saya permisi pulang.” Kata Ladies
“Iya… tapi, lain kali jangan diulangi lagi ya!” Kata Pak Polisi menasehati Ladies
“Iya… pak. Mari Pak.” Kata Ladies
Lalu Ladies, pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada Pak Ferry yang tadi pagi menilangnya. Padahal Pak Ferry ada di samping Pak Polisi
Ladies, mengambil motor dan langsung pergi dengan ngebut.
30 menit kemudian Ladies sampai di rumah. Sampai di rumah Ladies langsung marah-marah dan melempar tasnya ke lantai
“Kenapa sih Dies? Pulang-pulang langsung marah gag karuan gitu?” Tanya mama Ladies
“Ih…sebel….sebel. Tadi mah aku ditilang. Mana Polisi rese lagi. Nyebelin ih…..” Kata Ladies dengan wajahnya yang merah karena sangat sudah kesal kepada Pak Ferry tadi
“Ditilang kenapa?” Tanya mama Ladies penasaran
“Tadi, waktu lampu merah aku malah nerobos aja.” Kata Ladies
“Pantesan… kamunya aja PD banget nyelonong aja. Gimana Pak Polisinya gag marah” Jawab mama Ladies
“Ya… tapi gag usah kaya tadi di introgasinya, lama banget ma… hampir telat tadi Ladies ma ke sekolah.” Jawab Ladies mencoba untuk membela dirinya
“Ya udah gag usah dipikirin lagi ah… biarin aja itu jadiin pelajaran buat Ladies. Ok!” Kata mama Ladies sambil mengusap-usap kepala Ladies
Ladies pun mengganguk
“Ok… sekarang ganti baju dulu baru makan. Cepetan sana!” Kata mama Ladies
“Iya ma…” Jawab Ladies seperti yang malas
Mama Ladies pergi dan membiarkan Ladies sendirian di kamar. Ladies pun ganti baju, lalu beranjak untuk makan siang. Setelah makan siang, seperti biasa Ladies melakukan aktivitasnya yang merupakan sudah menjadi hobbynya, yaitu tidur siang
Dalam tidurnya, Ladies bermimpi Recky jadian dengan Ladies. Ia sangat senang sekali dalam mimpinya. Mereka jalani cinta mereka dengan sepenuh hati dan jwa mereka. Bahkan seperti dunia ini milik mereka berdua. Tapi ketika sedang enaknya berpacaran, tiba-tiba ada seorang cewe yang menarik tangan Recky. Ketika ditarik pun Recky bukan mempertahankan diri untuk tetap bersama Ladies, ia malah mau saja di tarik oleh cewe tersebut. Di sana Ladies menangis sambil menyebut nama Recky.
Sampai akhirnya Ladies terbangun, karena bunyi HPnya yang menandakan ada SmS. Ternyata yang SmS adalah temannya yang saat itu sedang ada di depan rumahnya untuk meminjam buku bahasa Prancis. Ladies pun keluar dari kamar sambil membawa bukunya
Ketika di depan gerbang rumah Ladies melihat seorang cowo yang membunyikan klakson motornya, dan langsung saja ia masuk ke rumahnya.
“Siapa itu Dies? PD banget asal masuk.” Tanya Rita temannya yang sedang berbincang-bincang dengan Ladies
“Tau… tuh PD banget tuh orang.” Jawab Ladies
“Duh… kayanya mau hujan nih… aku pulang dulu ya Dies. Aku pinjem dulu ya buku loe.” Kata Rita sambil menyalakan motornya
“Yo… hati-hati Rit…..” Kata Ladies dari agak jauh
“Iya…….” Jawab Rita
Ladies pun masuk ke dalam rumah. Ketika ia masuk ke ruang tamu Ladies meliahat cowo itu sedang tiduran di atas sofa. Seketika itu Ladies kaget. Karena yang dilihatnya adalah polisi yang tadi menilangnya
“Kamu.” Kata Ladies sambil menunjuk wajah orang itu
“Ngapain kamu ke sini? Sana kamu pulang! Ini bukan rumah kamu yang seenaknya kamu tiduran disini!” kata Ladies sambil menyentak
“Ihhh…. Ini tuh rumah tante ku.” kata Pak Ferry
“PD banget kamu bilang ini rumah tante mu.” Kata Ladies
“Emang bener kok. Kamu kali yang salah so.. ngaku-ngaku rumah mu.” Kata Pak Ferry
“Enak.. aja kalo ngomong. Emang bener kok ini rumah ku.” Kata Ladies menyentak
“Ya… udah, bakalan aku buktiin klo kamu tuh so, ngaku-ngaku. Tante…tante… ni ada pengemis!” Kata Pak Ferry
“Ya bentar….(sambil jalan) mana Fer pengemisnya?” Tanya mama Ladies
“Ini Tante.”(sambil menunjuk ke arah Ladies berdiri) Kata Pak Ferry
“Duh…. Ferry. Ini tuh anak Tante.” Kata mama Ladies
“Yang bener, Tante? Masa anak Tante kaya gini.” Kata Pak Ferry
“Emangnya kenapa sama anak Tante?” Tanya mama Ladies yang semakin tidak mengerti permasalahanya
“Tanya aja sama anak Tante” Kata Pak Ferry
“Ma… dia itu orang yang udah bikin aku sial hari ini ma…” Jwab Ladies
“Maksud kamu, Ferry ini yang nilang kamu tadi, dan yang bikin kamu hampir telat ke skolah?” Tanya mama Ladies
“Iya… ma.” Jawab Ladies tanpa panjang lebar
“Ya,udah lah Dies maafin Ferry ya.” Kata mama Ladies
“Ouh… ya Dies Ferry ini tuh anak temen mama yang ada di Bandung. Ayo dong kenalan Dies.” Kata mama Ladies sambil menarik tangan Ladies
“Nama ku Ladies.” Sambil menjabat tangan Pak Ferry
“Ouh… namanya bagus tapi tak sebagus orangnya. Nama aku Ferry.” Kata Pak Ferry
“Biasa aja kali kaya nama bapak bagus.” Kata Ladies meledek Pak Ferry
“Dies, tadi kamu manggil bapak? Jangan manggil bapak dong sayang… kan ini anak temen mama. Jadi manggilnya kakak aja ya. Klo bapak kayanya kelihatan tua.
“Iya.” Jawab Ladies ketus
“Ma… aku ke kamar ya.” Kata Ladies
Kemudian Ladies pergi ke kamar.
“Sebel….sebel….sebel.ya Tuhan kenapa sih aku harus ketemu orang itu lagi.” Kata Ladies sambil duduk di kursi kamarnya
“Kenapa sih kak?” Tanya Aurel yang saat itu sedang baca novel di kamar Ladies
“Ih… tau gag Rel, di depan ada orang aneh. Dia itu yang udah bikin kakak gag jemput kamu tadi siang.” Kata Ladies
“Yang bener kak, mana aku pengen liat.” Kata Aurel
Lalu Aurel melihat dari celah pintu.
“Kak.” Kata Aurel dengan keras
“Apa sih?” Tanya Ladies
“Sini kak!” Kata Ladies
Ladies pun mendekati Aurel.
“Liat kak.” Sambil menarik kepala Ladies untuk melihat Ferry
“Kak. Cowo seganteng ini kata kakak nyebelin?” Kata Aurel
“Gila kamu Rel. Yang kaya gitu di bilang cakep. Beuh… mata kamu kayanya udah rabun.” Kata Ladies karena tidak menerima apa yang dikatakan oleh Aurel
“Ya… ampun kak. Bener ih…” Kata Aurel sampai matanya tak berkedip-kedip
“Awas ah… kakak mau tidur. Kakak cape. Klo mama tanyain kakak udah makan gitu ya!” Kata Aurel
“Iya…” Jawab Ladies
Ladies pun tertidur. Sangat nyenyak Ladies tidur, karena pusing kepalanya akibat masalah tadi siang. Untung, saja besoknya libur sekolah karena kelas ada Ujian Nasional. Sehingga Ladies bisa tidur sepuasnya. Sampai akhirnya Ladies bangun jam 08.00 pagi
“Ah………………………………. Tolong….tolong ada maling.” Kata Ladies ketika keluar dari kamar dan memukul Ferry
“Ampun…ampun Dies. Ini aku Ferry.” Kata Ferry sambil memegang bantal kursi yang ada di ruang tamu.
“Ouh… kamu. Makanya, klo datang itu jangan kaya orang mau maling, pakai baju hitam, celana hitam, topi hitam dong!” Kata Ladies sambil duduk di kursi karena cape mmukuli Ferry
“Trus kenapa kamu baru bangunnya jam segini, untung aja sekarang hari libur. Klo gag udah telat tuh ke sekolah.” Kata Ferry
“Suka-suka aku dong. Ngapain kamu di sini?” Tanya Ladies
“Ouh… sekarang aku lagi libur. Jadinya ke sini lagian mama kamu juga gag lagi ada di sini.” Jawab Ferry
“Emangnya mama kemana?” Tanya Ladies
“Ke rumah Tante Jessie, katanya ada arisan di sana.” Kata Ferry
“Ih…. Mama kenapa gag bilang ke aku sih… klo mau pergi kan aku bisa bangun cepet tadi. Gimana sih…” Kata Ladies
“Gimana mau bilang, orang kamu tidurnya kaya kebo. Yang gag pernah tidur seminggu.” Kata Ferry
“Untungnya baru seminggu.” Kata Ladies jutek
“Biasa aja dong bu….” Kata Ferry
“Udah biasa ini juga.” Kata Ladies
“Jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya hilang loh…” Kata Ferry menggombal
“Heuh” Kata Ladies
Ladies pun langsung pergi ke kamar untuk mengambil baju, dan pergi ke kamar mandi.
25 menit kemudian Ladies keluar dari kamar mandi. Kemudian Ladies cepat-cepat ke kamar karena dia gag mau ngomong sama Ferry. Padahal, Ferry sedang tidur-tiduran sambil membuka FB di HPnya.
“Dies… punya FB gag?” Tanya Ferry
“Gag.” Jawab Ladies dari kamar
“Boong… masa kamu gag punya FB sih? Berarti kamu orangnya primitif. Gag ngikutin jaman sekarang.” Kata Ferry
“Terserah kamulah asal kamu bahagia.” Kata Ladies
“Emang… Aku tuh selalu bahagia kok, gag selalu susah kaya kamu.” Kata Ferry
“Dies jangan gitu dong… masa kita bakalan musuhan terus sih…” Kata Ferry setelah 10 menit mereka tak bersuara
Ladies pun keluar dari kamar. Dan menghampiri Ferry
Ferry pun langsung duduk. Mereka pun duduk bersampingan
Hampir 5 menit mereka tak ada yang mau mendahului untuk berbicara.
Sampai akhirnya terdengar suara perut keroncongan dari perut Ferry. Kemudian mereka tertawa terbahak-bahak
“hahahahahahhaha…… dasar! Klo mau makan ya bilang aja dong,gag usah basa-basi minta maaf gitu…” Kata Ladies
“hahahhahahahaha…… sorry…sorry. Duh… aku gag kuat banget nahan perut aku, iya nih aku laper banget.” Kata Ferry
“Ya… udah makan bareng yuk… aku juga belum makan. Perut aku juga dah keroncongan. Mama masak apa ya?” Kata Ladies sambil berjalan ke meja makan bersama Ferry.
“Wah… enak nih ada daging campur pete. Kayanya Mantap nih.” Kata Ferry sambil mencium bau wangi petenya
“Iya enak. tapi…. Buat kamu aja.” Kata Ladies sambil menggambil dua sendok
“Yuk… doa dulu. Doa masing-masing ya.” Kata Ferry
Ladies melipat tangannya dan menutup matanya, dan mengucapkan doanya dalam hati. Begitu juga dengan Ferry. Dua menit kemudian Ladies mengucapkan “Amien” ketika membuka matanya Ladies melihat Ferry yang ada di depannya belum juga selesai berdoa. Ladies menatap wajah Ferry yang sangat tenang berdoanya. Ladies melihat wajah Ferry yang ganteng, hidungnya mancung, rambutnya yang di cepak, dan bibirnya yang tipis.
“Ya Tuhan… cakep banget sih.. kak Ferry, bener apa yang dikatakan Aurel dia tuh bener-bener ganteng.” Kata Ladies dalam hati
Lagi enaknya ngeliat. Ferry membuka matanya. Kemudian Ladies pun berpura-pura juga selesai berdoa
“Ini kak, dagingnya.” Kata Ladies sambil menyodorkan daging ke hadapan Ferry
“Iya…iya.” Kata Ferry sambil melahap nasinya
“Dies… ceritanya kita dah baikan nih…?” Kata Ferry
“Iya terserah, klo masih mau musuhan juga gag apa-apa kok.” Jawab Ladies sambil senyum-senyum
“Jangan deh… cape tau bertengkar mulu.” Kata Ferry
“Iya… deh” Kata Ladies
Mereka pun makan pagi sambil, mengulangi cerita yang kemarin, ketika Ladies ditilang oleh Ferry. Asyik-asyiknya cerita Ladies dan Ferry gag nyangka klo nasi mereka udah habis.
Setelah perut mereka kenyang. Ladies dan Ferry pergi ke ruang TV dan mereka nonton film.
Gag lama nonton, tiba-tiba HP Ferry bunyi, kemudian Ferry pergi keluar dan mengangkat teleponnya.
“Iya…iya pak.” Kata Ferry menjawab telepon dari bosnya
“Siapa kak?” Tanya Ladies
“Ouh… itu bos kakak, dia nyuruh kakak sekarang masuk dinas, soalnya ada temen kakak yang gag musuk kerja karena sakit.” Kata Ferry sambil memakai jaketnya yang berwarna hitam.
“Kakak pulang dulu ya… kapan-kapan deh kita nonton lagi. Nanti kakak bawa kaset 2012. Nanti kita nonton bareng. Ok!” Kata Ferry
“Iya, hati-hati ya kak.” Kata Ladies
“Yo…” Kata Ferry
Ladies pun menutup pintu rumah. Ladies langsung berlari ke kamar. Dan anehnya lagi dia loncat-loncat di kasur sambil nyanyiin lagu “Aku Jatuh Cinta”. Karena cape Ladies pun merebahkan tubuhnya ke kasur.
“Ya Tuhan… aku seneng banget hari ini, karena akhirnya aku bisa ngelupain Ricky. Hahahahahah…” Kata Ladies sambil ketawa-ketawa

3 bulan berturut-turut Ferry setiap hari ke rumah Ladies. Kadang-kadang pun Ferry, SmSan dengan Ladies. Yang bikin hati seneng banget dan tambah suka sama Ferry. Yaitu Ferry suka memakai kata-kata sayang ke Ladies. Gimana Ladies gag GeeR.orang kata-katanya pake sayang gitu.
Tanggal 10 Januari Ferry membawa adiknya ke rumah Ladies. Gila…. Adiknya gag kalah ganteng ama Ferry.
“Dies kenalin nih. Ini adik kakak namanya Feril.” Kata Ferry sambil menunjukkan adiknya
“Hai… nama ku Ladies. Salam kenal ya.” Kata Ladies sambil berjabat tangan dengan Feril
“Nama aku Feril.” Kata Feril
“Kak, kok adiknya lebih ganteng dibanding kakak.” Kata Ladies sambil senyum-senyum
“Ah… gag kok. Tetep gantengan kakak kok.” Kata Feril
“Gapapa deh… asal kamu bahagia.” Kata Ferry
“Ya… ampun bercanda kali kak. Jangan marah gitu dong.” Kata Ladies sambil memegang tangan Ferry
“Iya…iya… tapi aku gag kalah ganteng kan?” Kata Ferry dengan mengangkat kerah bajunya
“Emmmmm…. Iya deh. Ntar ngambek lagi.” Kata Ladies
“Dies ada mama,papa gag?” Tanya Ferry
“Duh… kak kebetulan mama,papa gag ada di rumah. Mereka lagi ngejenguk temen papa yang sakit.” Jawab Ladies
“Ouh… gitu. Ya udah deh, kakak pulang dulu ya.” Kata Ferry
“Iya… kak. Sering-sering ajak adiknya ke sini ya kak!” Kata Ladies
“Yo… jaga rumah yang bener, nanti ada maling lagi…!” Kata Ferry sambil memberantakan rambut Ladies
“Ihhhhhhh…” Kata Ladies sambil memegang tangan Ferry yang ada di atas kepalanya
Ladies pun senyum-senyum sendiri gitu. Mana rambutnya tadi udah di pegang gitu sama Ferry. Tambah seneng deh si Ladies.
Jam 17.00 sore Ladies melihat HPnya ada 1 Pesan masuk. Dan 10 panggilan tidak terjawab.Sejak tadi pagi ia gag membuka HPnya karena males, dan dia juga gag tau klo ada SmS karena HPnya di Silence.
“Hah… ini SmS dari kak Feril.” Kata Ladies
Hi… Dies. gI sBuk yA. Kok tDii tLEpoN,gag Di aNgkt Sih? maavF ya qUh gG ijIn duLu k Qmuh tuK mNta no Qmuh dRi kAk Ferry.
_FeriL_
Kemudian Ladies membalas SmS dari Feril.

Hampir 1 bulan lebih Ladies SmS dengan Feril. Sampai akhirnya, dan yang bikin Ladies jadi bingung pada tanggal 12 Februari. Ladies ditembak oleh Feril lewat SmS. Dia gag nyangka klo Feril ternyata suka sama dia. Padahal Ladies gagpunya rasa ke Feril. Karena selama ini Ladies hanya menganggap Feril sebagai kakaknya. Dia pusing harus jawab apa.
SmS Feril
Dies rasanya quh gag bisa berlama-lama memendam persaan ini terlalu lama.
Jujur aja Dies sejak quh ketemu kamu pada tanggal 10 januari. Quh udah ada rasa ke kamu. Yaitu ada rasa suka ama kamu sampai saat ini. “what do you will become the first love me?”
Memang mungkin ini sulit untuk kamu jawab. Tapi Dies quh bakLn tunGgu jWbn qMuh. Smpai Qmuh mau jDii “the first love me”
_Feril_
“Ya… Tuhan. Sejujurnya aku ska sama kak Ferry. Tapi bagaimana ini Tuhan di sisi lain ternyata kak Feril mencintai ku. Bantu aku tuhan.” Kata Ladies sambil mengeluarkan air mata, yang membasahi wajah mulusnya.
Ladies menunda jawaban untuk Feril. Ia pikir-pikir terlebih dahulu, jawaban apa yang ia akan beri.

Pada tanggal 13 Februari. Ladies pergi ke toko aksesoris untuk membeli sarung tangan buat Ferry. Warnanya hitam, karena Ferry sangat menyukai warna hitam. Ia akan member sarung tangan itu besok ketika tanggal 14 Februari tepatnya hari valentine.

“Wah… gag nyangka sekarang udah hari valentine. Duh mana banyak pesan masuk dari temen-temen nih. Eh… ada SmS juga dari kak Ferry. Hah… nanti malam dia mau dateng. Bagus dong, berarti nanti aku harus dandan yang cantik.” Kata Ladies
“Eh… ada SmS juga dari kak Feril. Duh… klo nanti malam kak Feril mau dateng berarti kak Feril juga mau dateng. Mampus deh… aku nanti aku harus jawab apa ya? Ah….. liat nanti aja lah.” Kata Ladies

Dari jam 18.00 Ladies. Sudah berdandan cantik, rambut di catok agar terlihat rapih. Dan gag lupa memakai lipgloss.
Teng…tong…teng…tong. Bel rumah bunyi
Kemudian Erick. Berlari dan membukakan pintu rumah. Yang ternyata adalah Ferry,Feril, dan…..
“Rick, mana mama?” Kata Ferry
“Ouh… mama gi nonton, masuk kak.” Kata Erick
“Ouh…klo kak Ladies mana?” Kata Ferry
“Ada kak di kamar, bentar ya kak aku panggilin.” Kata Erick
Kenudian Erick pergi dan memanggil Ladies.
“Kak… tuh. Ada cowo kesukaan kakak udah datang.” Kata Erick dengan keras
“Siapa…” Kata Ladies dengan keras
“Itu… kakak Ferry.” Jawab Erick
Kemudian Ladies lari keluar sambil membawa kado valentine yang ia sembunyiin di belakang.
“Hai… kak. Met Valentine ya…” Kata Ladies sambil berlari dari kamar
“Ouh… sama-sama.” Kata Valentine
“Met valentine kak.” Kata Ladies kepada Feril
“Met valentine juga.” Kata Ladies kepada seorang cewe yang ada di samping Ferry
“Sama-sama.” Kata cewe itu
“Nih…kak aku ada kado buat kakak.” Kata Ladies sambil menyodorkan kado buat Ferry
“Tapi… kak nanti ya di bukanya di rumah aja.” Kata Ladies
“Iya deh…” Kata Ferry
“Hai… semua aduh… ada penghuni baru ya. Siapa itu Fer?” kata mama Ladies sambil yang sedang berjalan menghampiri mereka
“Ouh…ini calon quh tante.” Kata Ferry
“Aduh… cantik banget cewenya. Siapa namanya?” Tanya mama Ladies
“Nama saya Angel tante.” Jawab cewe itu
“Ouh… tinggal di Jakarta juga?” Tanya mama Ladies
“Iya tante.” Jawab cewe itu
Ladies yang mendengar, bahwa cewe itu adalah pacarnya. Hati Ladies langsung sakit dan rasanya ia ingin menangis dengan sekuat sekeras-kerasnya.
“Iya ih… kakak hebat punya pacar kaya kak Angel.” Kata Angel
“Ah…Ladies juga gag kalah canti kok.” Kata Ferry
“Hm…. Duh panas banget ya… Ladies keluar dulu ya semua. Mau cari angin.” Kata Ladies sambil mengibas-ibaskan tanganya
“Perlu dtemenin gag?” Kata Ferry
“Gag usah nanti kak Angel marah lagi.” Kata Ladies
Ladies pun berlari keluar. Sambil mengusap air matanya yang sudah tak bisa di tahan karena, tak tahan melihat kak Ferry yang membawa pacarnya
Ladies mengeluarkan air matanya dengan sepuasnya di dekat kolam renang. Dan mencelupkan kakinya ke dalam air.

“Ya… Tuhan kenapa kaya gini jadinya. Kenapa aku bisa suka sama dia. Ternyata SmS yang menggunakan kata-kata sayang hanyalah sayang adik-kakak. Ya Tuhan kenapa baru sekarang aku menyadari ini semuanya. Kenapa aku selalu mengalami pahitnya mencintai seseorang. Hehehehehehhe…..” Kata Ladies sambil mengibas-ibaskan tangan ke dalam air
Tak lama kemudian Feril datang.
“Dies” kata Feril
Ladies pun kaget dan cepat-cepat menghapus air matanya.
“Iya kak.” Kata Ladies
“Ini kami mau pulang, jadinya kakak ke sini di suruh ama tante ke rumah.” Kata Feril yang duduk di sebelah Ladies
“Ouh…” Jawab Ladies
“Dies… kakak mau minta jawaban 2 hari yang dulu. Gimana Dies mau gag?” Kata Feril berharap
“Ehm…..” Kata Ladies
“Klo gag mau juga gag apa-apa kok Dies.” Kata Feril
“Ehm… gag kok kak. Aku mau jadi “the first love kakak.” Kata Ladies
“Makasih Dies.” Kata Feril sambil memeluk Ladies
Ladies menangis di bahu Feril, keteka Feril memeluknya. Karena ia harus mencintai Feril dengan setengah hatinya.
“Yuk…kak kita masuk ke dalam.” Kata Ladies
“Yuk.” Kata Ladies
Kemudian mereka berjalan berdua sambil memegang tangan.
Sampai di rumah.
“Dies… kakak pamitan mau pulang.” Kata Ferry
“Yah… masa cepet banget sih.. pulangnya.” Kata Ladies
“Kan udah malam besok ke sini lagi deh.” Kata Ferry
“Kak… peluk aku dong. Sekali aja, kan besok-besok kak Angel udah jadi milik kakak. Mana bisa Ladies peluk Kak Ferry dengan seenaknya.” Kata Ladies
“hahhahahhah…. Ya udah deh sini.” Kata Ferry
Kemudian Ladies memeluk Ferry yang pertama dan terakhir kalinya di hari valentine. Ladies mengeluarkan air matanya. Kemudian perlahan-lahan Ladies melepaskan pelukkannya.
“Udah ya… kakak pulang dulu.” Kata Ferry
“Iya kak.” Kata Ladies



Akhirnya Ladies tidak mendapatkan cintanya Ferry. Padahal dia ingin sekali mendapatkan kasih sayang dan cinta dari seseorang yang ia cintai, tapi apa boleh buat, kini ia tidak mendapatkan itu semua sebagai pacar namun hanya sebatas adi-kakak tidak lebih dari itu. Walaupun begitu Ferry akan di jadikan “the first love”nya,yang bertepatan di hari Valentine.
Dan di hari itu juga, dia terpaksa menerma Feril sebagain pacar pertamanya, walaupun sejujurnya Ladies tak menyukai Feril. Karena kesungguhan dan cintanya Feril,Ladies dapat menerima Feril. Dan dengan adanya Feril, ia akan belajar melupakan Ferry dan kenengan-kenangannya bersama Ferry.
Dan Ladies akan membuka lembaran baru dengan Feril. Ladies ingin, mengisi hari-harinya dengan Feril

Di hari Valentine pada tanggl 14 Februari 2009, ia jadikan hari itu jadi Hari yang sangat menyedihkan di sepanjang hidupnya.




_CREATE BY LILIS SINURAT_

0 komentar on "CerPen"

Poskan Komentar

Followers

 

LiieSz_bLog Copyright 2008 Fashionholic Designed by Ipiet Templates Supported by Tadpole's Notez